Atom 15p Akan Mencapai Kestabilan Dengan Cara

Posted on 0 views

VIDEO INTERAKTIF TENTANG IKATAN KIMIA







Ikatan Kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-cantlet tertentu bergabung membentuk molekul atau gabungan ion-ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil.

peta konsep



Peranan Elektron pada Pembentukan Ikatan Kimia

  1. Aturan Oktet

Cantlet-atom dikatakan stabil apabila konfigurasi elektronnya sama dengan konfigurasi gas mulia (golongan 8 A) yang dinamakan duplet untuk konfigurasi elektron terluarnya dua atau oktet untuk konfigurasi elektron terluarnya delapan.

Untuk mencapai keadaan stabil seperti gas mulia, maka atom-atom
membentuk konfigurasi elektron seperti gas mulia.
Untuk membentuk konfigurasi elektron seperti gas mulia, dapat dilakukan dengan cara membentuk ion atau membentuk pasangan elektron bersama.

  1. Lambang Lewis

Lambang Lewis adalah lambang cantlet disertai elektron valensinya.

Simbol Lewis dari suatu unsur terdiri dari simbol unsur tersebut dan satu titik untuk setiap satu elektron valensi yang dimilikinya. Sebagai contoh, perhatikan simbol Lewis untuk unsur-unsur berikut.



Materi Ikatan Kimia: Simbol titik-elektron Lewis untuk unsur-unsur golongan utama periode ii dan iii
(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Affair and Change (5th
edition). New York: McGraw Hill)

Atom unsur-unsur golongan gas mulia (golongan 18) dengan eight elektron valensi memiliki sifat sangat stabil (tidak reaktif), energi ionisasi tinggi, dan afinitas elektron rendah. Pada umumnya semua atom berusaha untuk menerima, atau melepas, ataupun saling berbagi elektron agar memiliki jumlah elektron yang sama dengan atom gas mulia dengan nomor atom yang terdekat. Hal ini serupa dengan kehidupan manusia, di mana pada umumnya manusia berusaha untuk mencapai kesejahteraan sebagaimana golongan gas mulia. Hasil observasi ini mengacu pada rumusan teori: aturan oktet, yang menyatakan bahwa atom-atom cenderung akan menerima, atau melepas, ataupun saling berbagi (sharing) elektron sehingga memiliki 8 elektron valensi.

Atom-cantlet cenderung ingin berikatan karena dengan adanya ikatan, energi potensial antara partikel positif dan partikel negatif — entah antar ion dengan muatan yang berlawanan ataupun antar inti dengan elektron-elektron di antaranya — akan lebih rendah.

Ikatan kimia dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan three cara kombinasi dari unsur logam dan unsur nonlogam, yakni logam dengan not logam (ikatan ionik), not logam dengan non logam (ikatan kovalen), dan logam dengan logam (ikatan logam).

  1. Ikatan Ion (Ikatan Elektrovalen)

Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif.

Pembentukan senyawa ion :

  1. Terjadi akibat terjadinya serah terima elektron
  2. Terjadi antara ion positif dan ion negatif
  3. Terjadi antara unsur logam dan nonlogam
  4. Terjadi antara unsur yang memiliki energi ionisasi dengan unsur afinitas elektron yang besar

Contoh: Pembentukan NaCl


Ikatan ion biasanya disebut ikatan elektrovalen. Senyawa yang memiliki ikatan ion disebut senyawa ionik.

Senyawa ionik biasanya terbentuk antara atom-cantlet unsur logam dan nonlogam. Cantlet unsur logam cenderung melepas elektron membentuk ion positif, dan atom unsur nonlogam cenderung menangkap elektron membentuk ion negatif. Contoh : NaCl, MgO, CaF2,
LitwoO, AlFthree

Contoh penggunaan lambang titik Lewis dalam ikatan ion sebagai berikut.

Sifat-sifat fisika senyawa ionik pada umumnya:

  1. pada suhu kamar berwujud padat;
  2. struktur  kristalnya keras tapi rapuh;
  3. mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi;
  4. larut dalam pelarut air tetapi tidak larut dalam pelarut organik;
  5. tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi pada fase cair (lelehan) dan larutannya menghantarkan listrik.
  1. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang berikatan. Pasangan elektron yang dipakai bersama disebut pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron valensi yang tidak terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen disebut pasangan elektron bebas (PEB). Ikatan kovalen umumnya terjadi antara cantlet-atom unsur nonlogam, bisa sejenis (contoh: H2, North2, O2,
Cl2, Ftwo,
Br2).Senyawa yang hanya mengandung ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.

Baca Juga:   Memberikan Pertolongan Pada Roll Belakang Dengan Cara Mengangkat

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena memiliki elektron yang digunakan bersama. Biasanya ikatan kovalen terjadi antara unsur sesama nonlogam.

Contoh :

Macam-macam Ikatan Kovalen


Ikatan Kovalen Tunggal


adalah ikatan yang menggunakan sepasang elektron

contoh pembentukan molekul hidrogen

(sumber: jejaringkimia.blogspot.com)

contoh pembentukan HCl (asam klorida)


Ikatan kovalen rangkap dua


adalah ikatan yang menggunakan 2 pasang elektron

contoh pembentukan molekul O­two


Ikatan kovalen rangkap tiga


adalah ikatan yang menggunakan tiga pasang elektron

contoh pembentukan N2 (gas nitrogen)


Ikatan kovalen koordinat


adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari satu cantlet saja.

Contoh Pembentukan NHfour
+

Sifat-sifat fisis senyawa kovalen:

  1. pada suhu kamar berwujud gas, cair (Brii), dan ada yang padat (I2);
  2. padatannya lunak dan tidak rapuh;
  3. mempunyai titik didih dan titik leleh rendah;
  4. larut dalam pelarut organik tapi tidak larut dalam air;
  5. umumnya tidak menghantarkan listrik.

Kepolaran Ikatan, Elektronegativitas, dan Momen Dipol

Ikatan kimia di mana elektron-elektron digunakan bersama secara setara dan merata, seperti pada Clii
dan Ntwo, disebut sebagai ikatan kovalen nonpolar. Ikatan di mana salah satu atom memiliki daya tarik elektron (elektronegativitas) yang lebih tinggi terhadap elektron-elektron ikatan dibanding cantlet lainnya, sehingga terjadi pembentukan dipol (pemisahan muatan negatif dan muatan positif), seperti pada HF, disebut sebagai ikatan kovalen polar.

Ukuran kepolaran dinyatakan dengan besaran yang disebut momen dipol (μ). Semakin besar momen dipol, semakin besar kepolarannya. Satuan momen dipol adalah debye (D), di mana 1 D = 3,34×10−30
Cm.Jika dua muatan berlawanan dengan besar muatan sama Q+ dan Q− terpisah dengan jarak r, maka momen dipolnya adalah hasil kali Q dan r:

μ = Qr

Contoh soal Ikatan Kimia

Panjang ikatan dalam molekul HCl adalah ane,27 Å. Hitunglah momen dipol (dalam debye) bila muatan pada atom H dan Cl masing-masing adalah +i dan −i.

Jawab:

Muatan pada atom H dan Cl adalah sebesar muatan e.

r = 1,27 Å =

Pengecualian Aturan Oktet

Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen koordinasi (ikatan dativ) adalah ikatan kovalen di mana salah satu atomnya mendonasikan pasangan elektron yang dimilikinya. Pada ikatan kovalen koordinasi, pasangan elektron ikatannya hanya berasal dari satu atom, bukan dari kontribusi bersama kedua atom yang berikatan. Contoh:

3.      Ikatan logam: “lautan elektron”

Atom-atom logam cenderung mudah melepaskan elektronnya (energi ionisasi rendah) dan susah menangkap elektron (afinitas elektron kecil) sehingga elektron-elektron valensi terdelokalisasi dan tersebar merata menjadi lautan elektron di antara kation-kation logam. Elektron-elektron “mengalir” di antara dan sekeliling kation logam dan mengikatkan kation-kation logam tersebut.



Ilustrasi 3 jenis ikatan kimia: ionik, kovalen, dan logam
(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Thing and Change (fivethursday
edition). New York: McGraw Hill)

Adanya ikatan logam menyebabkan logam bersifat:

  1. pada suhu kamar berwujud padat, kecuali Hg;
  2. keras tapi lentur/dapat ditempa;
  3. mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi;
  4. penghantar listrik dan panas yang baik;
  5. mengilap.

SEMOGA BERMANFAAT

Ikatan Kimia – Referensi

http://ipa-area.blogspot.co.id/2016/09/materi-kimia-kelas-x-ikatan-kimia.html

https://kimlemoet.wordpress.com/2013/xi/10/ikatan-kimia-kelas-ten/

– Brownish, Theodore Fifty. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (xiiith
edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.
– Chang, Raymond. 2010. Chemical science (10th
edition). New York: McGraw Hill
– Petrucci, Ralph H. et al. 2011. Full general Chemistry: Principles and Modern Applications (10thursday
edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
– Purba, Michael. 2006. Kimia 1A untuk SMA Kelas Ten. Jakarta: Erlangga.
– Silberberg, Martin S. 2009. Chemical science: The Molecular Nature of Affair and Alter (5th
edition). New York: McGraw Hill

SOAL-SOAL TENTANG IKATAN KIMIA DAN JAWABANNYA

1. Pasangan senyawa di bawah ini yang merupakan senyawa ion adalah …
a. NaCl dan KBr
b. CH4 dan NH3
c. SO2 dan HCl
d. H2o dan KBr
e. KCl dan HCl

Baca Juga:   Cara Memindahkan File Dari Hp Ke Flashdisk

Jawab: a
Syarat ikatan ion: golongan I A / II A berikatan dengan 6 A / VII A
Na dan K golongan I A
Cl dan Br golongan Vii A

2. Nomor atom unsur P, Q, R dan S adalah half-dozen, nine, 11, dan 18. Pasangan unsur-unsur yang diharapkan dapat membentuk ikatan ion adalah …
a. P dan Q
b. R dan Q
c. Q dan Southward
d. S dan R
e. P dan S

Jawab: b.
6P = two 4 Golongan IV A
9Q = 2 7 Golongan VII A
11R = 2 8 1 Golongan I A
18S = two 8 8 Golongnan VIII A
Syarat ikatan ion: golongan I A / 2 A berikatan dengan Half dozen A / VII A

3. Suatu senyawa dengan rumus molekul XY. Jika konfigurasi elektron cantlet 10: 1s2 2s2 2p6 3s2 dan konfigurasi elektron atom Y: 1s2 2s2 2p4, maka XY mempunyai ikatan …
a. Kovalen polar
b. Kovalen non polar
c. Kovalen koordinasi
d. Elektrovalen
due east. Logam

Jawab: d
Ten : 3s2 Golongan Two A Ikatan ion / elektrovalen
Y : 2p4 2s2 Golongan VI A Ikatan ion / elektrovalen

4. Pasangan unsur yang membentuk ikatan kovalen adalah …
a. 17X dan 11Y
b. 12P dan 17Q
c. 6R dan 17Q
d. 20M dan 16T
due east. 19A dan 35B

Jawab: c
Syarat ikatan kovalen: golongan Four A, V A, VI A, VII A, dan H
17X : 2 viii 7 dan 11Y : 2 8 ane ikatan ion
12P : 2 8 2 dan 17Q : 2 8 vii ikatan ion
6R : two 4 dan 17Q : 2 8 7 ikatan kovalen
20M : two eight 8 2 dan 16T : two 8 6 ikatan ion
19A : 2 8 eight one dan 35B : 2 8 18 7 ikatan ion

5. Deretan senyawa berikut ini tergolong senyawa kovalen, kecuali …
a. HF, HCl, How-do-you-do
b. BH3, BF3 CO2
c. Water, NH3, CO2
d. Li2O, CaO, MgO
due east. IF5, CCl4, CF4

Jawab: d
Syarat ikatan kovalen: golongan Four A, Five A, Half dozen A, VII A, dan H
Pilihan D : terdapat Ca dan Mg Golongan II A

6. Di antara senyawa berikut yang bukan molekul kovalen polar adalah …
a. HCl
b. NaCl
c. NH3
d. Water
e. PCl3

Jawab : b

Molekul
Penyusun
Keterangan
Ikatan
HCl Gas – Gas ii atom tidak sejenis : polar Kovalen polar
NaCl Logam – Gas Ion
NH3 Gas – Gas PEI = 3 North golongan Five A PEB = v – three = ii Kovalen polar
H2o Gas – Gas PEI = 2 O golongan 6 A PEB = 6 – two = iv Kovalen polar
PCl3 Gas – Gas PEI = 3 P golongan V A PEB = 5 – 3 = ii Kovalen polar

7. Di antara senyawa berikut yang paling polar adalah …
a. HF
b. HCl
c. F2
d. HBr
e. HI

Jawab: a
Paling polar → beda keelektronegatifan besar
HF → golongan I A dan VII A maka elektronegativitasnya besar

8. Di antara senyawa-senyawa berikut, yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah …
(i) HF
(2) NH3
(3) H2O
(4) HCl
a. (1), (2) dan (3)
b. (2) dan (three)
c. (1) dan (3)
d. (1), (two) dan (4)
e. (one), (two), (iii) dan (4)

Jawab: a
Syarat ikatan hidrogen: H berikatan langsung dengan N, F, atau O. Pilihan (one), (2) dan (three) benar.

nine. Titik didih HF lebih tinggi daripada HCl. Hal ini disebabkan karena antara molekul-molekul HF terdapat ikatan …
a. kovalen
b. ion
c. hidrogen
d. van der waals
e. kovalen koordinat

Jawab: c
HF → H berikatan langsung dengan F, artinya ikatan hidrogen Ikatan hidrogen membuat senyawa mempunyai titik didih tinggi.

x. Diketahui nomor atom H = 1; C=half-dozen; N = vii; O = 8; P=15; dan Cl =17. Senyawa berikut mengikuti aturan octet, kecuali …

a. CHCl3
b. NH3
c. H2O
d. CH4
e. PCl5

Jawab : e.
Teori octet menyatakan bahwa disekitar cantlet pusat terdapat 4 pasang electron ikatan
( 8 elektron), sedangkan pada PCl¬v, atom pusatnya P terdapat v pasang electron ikatan (10 elektron), disebut dengan super octet.

11. Unsur 10 mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan
gas yang dapat mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah …

Baca Juga:   Cara Membuat Catatan Tabungan Di Buku Tulis

a. X2SO4 b. XSO4 c. X2CO3 d. XCO3 eastward. XCl2

Jawab : d
Unsur 10 yang mempunyai nomor atom 20, berarti unsur Ca.
Senyawa yang dipanaskan dan menghasilkan gas adalah CaCO3.
Reaksinya : CaCO3(south) → CaO(s) + CO2(1000)
CO2(g) + Ba(OH)2(aq) → BaCO3(due south) + Water(l)
Air barit (barium hidroksida)

12. Senyawa manakah yang tidak membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya ?

a. CH3CHO b. CH3NH2 c. CH3OH d. NH3 east. NH4OH

Jawab : a
Ikatan hidrogen antar molekul terdapat pada molekul-molekul yang mempunyai atom hidrogen yang terikat pada cantlet N, O atau F. Pada molekul CH3CHO, atom H tidak terikat pada cantlet O.
H
H-C-C-H
H

13. Unsur Ten mempunyai konfigurasi elektron 2. 8. 6. Unsur tersebut akan membentuk ion . . . .
a. X3-
b. X2-
c. X-
d. X+
e. X2+

Jawab : b
Elektron Valensinya 6, sehingga untuk mencapai kestabilan unsur X akan menerima 2 elektron dan membentuk ion negatif.

14. Jika unsur A memiliki nomor cantlet viii dan nomor massa eighteen, struktur dari A2- terdiri atas . . . .
a. x elektron, 8 proton, 8 neutron
b. 10 elektron, 8 proton, x neutron
c. 8 elektron, viii proton, 10 neutron
d. 8 elektron, 8 proton, xviii neutron
east. six elektron, 8 proton, 10 neutron

Jawab : b
Jika unsur A memiliki nomor atom viii maka elektron valensinya adalah 6 sehingga menerima 2 elektron dan jumlah elektronnya menjadi 10. Nomor atomnya 8 sehingga mempunyai 8 proton. Jumlah neutron sama dengan nomor massa dikurangi proton, 18 – 8 = ten neutron.

fifteen. Cermati tabel berikut !
Unsur Konfigurasi Elektron
P 2. two
Q 2. 8
R ii. 8. i
Southward 2. 8. 6
T ii. viii. seven

Tabel diatas menunjukan konfigurasi elektron unsur P, Q, R, South dan T. Unsur yang paling mudah menangkap 1 elektron adalah . . . .
a. P
b. Q
c. R
d. South
east. T

Jawab : e
Unsur T mempunyai elektron valensi 7. Sehingga paling mudah menangkap 1 elektron untuk mencapai kestabilan agar elektron valensinya menjadi eight.

16. Kr yang mempunyai nomor cantlet 36 termasuk golongan gas mulia. Hal ini ditunjukan oleh . . . .
a. Keelektronegatifan Kr besar
b. Mudahnya bereaksi dengan unsur lain
c. Membentuk ikatan ion
d. Elektron valensinya 8
e. Termasuk golongan Seven A

Jawab : d
Golongan gas mulia atau golongan 8 A, unsur-unsurnya mempunyai elektron valensi eight. Nomor atom Kr adalah 36. Sehingga konfigurasi elektronnya 2. 8. 18. 8

17. Diantara unsur-unsur berikut ini yang cenderung melepas two elektron adalah . . . .
a. 9F
b. 12Mg
c. 15P
d. 17Cl
e. 18Ar

Jawab : b
Konfigurasi elektron dari 12Mg adalah 2. 8. 2. Sehingga untuk mencapai kestabilan, unsur tersebut akan melepas two elektron.

18. Atom 15P akan mencapai kestabilan dengan cara . . . .
a. Menangkap 1 elektron
b. Melepas 2 elektron
c. Menangkap ii elektron
d. Melepas three elektron
e. Menangkap 3 elektron

Jawab : e
15P konfigurasi elektronnya adalah 2. 8. v. Sehingga untuk mencapai kestabilan unsur tersebut menangkap 3 elektron agar elektron valensinya 8.

19. Cantlet berikut ini yang mencapai kestabilan dengan mengikuti kaidah duplet adalah . . . .
a. Litium
b. Natrium
c. Magnesium
d. Aluminium
e. Klor

Jawab : a
Nomor cantlet litium adalah 3. Atom-atom yang mempunyai nomor atom kecil mulai dari hidrogen sampai boron cenderung memiliki konfigurasi elekrton gas helium atau mengikuti kaidah duplet.

20. Unsur Y mempunyai konfigurasi elektron ii. 8. 2. Unsur ini lebih mudah membentuk ikatan ion dengan unsur lain yang mempunyai konfigurasi elektron
. . . .
a. 2. 8. one
b. 2. 8. four
c. 2. viii. 5
d. ii. 8. six
e. ii. 8. 7

Jawab : d
Unsur Y memiliki elekron valensi 2. Unsur ini lebih mudah membentuk ikatan ion dengan unsur lain yang mempunyai konfigurasi elektron ii. eight. 6
Dengan elekron valensi 6.




Atom 15p Akan Mencapai Kestabilan Dengan Cara

Source: https://kimia2018.wordpress.com/kimia-kelas-x/semester-i/bab-2-sistem-periodik/